BERBENAH MENUJU SEKOLAH ADIWIYATA MELALUI KETELADAN

Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang berkasil melaksanakan Gerakan PBLHS (Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah). Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah merupakan aksi secara sadar,sukarela, berjenjang, dan berkelanjuitan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup.

 

Sejak tahun 2019, SD Negeri 1 Brobot mulai berbenah diri dalam rangka mensukseskan sekolah  yang peduli dan berbudaya terhadap lingkungan hidup di sekolah. Menyadarkan warga sekolah untuk peduli dan berbudaya terhadap lingkungan hidup yang ada di sekolah menjadi tantangan baru bagi Budi Soekarno, selaku Kepala SD Negeri 1 Brobot.

Peduli lingkungan merupakan tindakan yang berusaha mencegah kerusakan lingkungan dan mengembangkan kerusakan yang terjadi. Kesadaran warga sekolah masih rendah terhadap lingkungan hidup yang ada di sekolah. Tindakan tidak peduli terhadap lingkungan sekolah terlihat pada perilaku warga sekolah yang tidak mau membersihkan ruang kelas, ruang perpustakaan, dan ruangan lain yang masih terlihat kumuh dan berdebu.Tanaman tidak terawat, rumput dibiarkan tumbuh, dan sekolah tidak mempunyai tanaman yang cukup untuk menghasilkan oksigen. Toilet tidak terawat dan air tidak dimanfaatkan dengan maksimal.

Melalui strategi yang dirancang kepala sekolah untuk menciptakan warga SD Negeri 1 Brobot, maka keadaan sekolah mulai berubah.  Strategi tersebut adalah Keteladanan. Kepala sekolah  memberi contoh dari berbagai aspek yang dirancang sejak awal dalam rangka sukses Gerakan PBLHS. Kebiasaan berangkat lebih awal dirancang oleh kepala sekolah untuk memberi contoh tentang kedisiplinan dalam melaksanakan tugas. Dengan memanfaatkan berangkat lebih awal maka banyak kegiatan yang dapat dikerjakan, seperti membersihkan halaman sekolah dan ruangan. Halaman sekolah yang bersih dan asri dapat mendukung proses pembelajaran. Warga sekolah akan tergerak sendirinya  dan akan menjadi pembiasaan untuk berangkat lebih awal dan melakukan kegiatan yang mendukung program peduli dan berbudaya terhadap lingkungan sekolah.

Kebiasaan warga sekolah membuang sampah sembarangan mulai terkurangi. Sampah organik dan anorganik mulai dipisah. Sampah yang bisa didaur ulang dapat dimanfaatkan atau dijual kepada tempat penampungan sampah kertas dan plastik. Peserta didik dan tenaga pendidik mulai senang menanam tanaman dan mengembangbiakan tanaman. Jumlah tanaman setiap bulan semakin meningkat. Kebiasaan-kebiasaan tersebut berdampak kepada lingkungan sekolah.  Lingkungan sekolah yang bersih menjadi faktor penting dalam kelancaran pembelajaran di sekolah.  Lingkungan yang bersih, asri dan rindang  akan menciptakan kenyamanan dalam belajar.

Kepala sekolah merencanakan berbagai program untuk siswa dan guru. Program sasisabu merupakan program satu siswa satu bunga. Setiap siswa mempunyai tanaman bunga untuk dirawat dengan baik. Program sagusabu merupakan program satu guru satu bunga. Setiap guru mempunyai satu atau lebih tanaman bunga untuk dirawat dengan baik. Program sagusanam merupakan program satu guru satu tanaman atau lebih tanaman non bunga untuk dirawat dengan baik. Program sakesaman merupakan program satu kelas satu taman menjadi tanggung jawab tiap kelas untuk dirawat bersama-sama. Program sarang sakoin merupkan program satu orang satu koin dengan tujuan utuk penyelamatan lingkungan. Walaupun sedikit, jika dilaksanakan secara rutin maka akan dapat menyelamatkan sarana dan prasarana yang berkaitan dengan lingkungan hidup.

 

Kak Maelalia Andini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *